Home >> Artikel >> Kesehatan >> Susu Kedelai untuk Kanker Payudara, Benarkah Berbahaya?
Kesehatan

Susu Kedelai untuk Kanker Payudara, Benarkah Berbahaya?

Susu Kedelai untuk Kanker Payudara
draxe.com

Susu Kedelai untuk Kanker Payudara – Susu kedelai adalah salah makanan olahan yang dibuat dari bahan baku kacang kedelai. Kedelai juga kerap diolah menjadi produk-produk makanan lainnya, seperti tahu, tempe, kecap, miso, hingga edamame.

Namun kedelai dan olahannya diketahui menghasilkan fitoestrogen dalam tubuh, dan estrogen telah dikaitkan dengan resiko tinggi kanker payudara.

Pertanyaannya, apakah ada alasan terkait kanker payudara jika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung kedelai secara rutin?

Peneliti mengatakan tidak. Sebab, ada beberapa bukti kuat yang mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya kedelai, seperti susu kedelai, tahu, dan tempe, sebenarnya dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara.

Dalam artikel ini akan dibahas beberapa penelitian makanan kedelai dan kanker payudara. Di sini juga akan dibahas beberapa manfaat dan risiko atau efek samping lain dari susu kedelai terhadap kanker payudara.

Apa Hubungan Susu Kedelai dan Kanker Payudara?

Dalam beberapa penelitian, hewan percobaan berupa tikus yang diberi makan kedelai memangg memiliki peningkatan jumlah sel kanker payudara di kelenjar susu mereka. Namun demikian, penelitian pada hewan tidak selalu memberikan hasil yang sama dengan manusia.

Penelitian dalam jangka panjang yang melibatkan populasi manusia justru telah menunjukkan bahwa mengonsumsi susu kedelai maupun makanan olahan kedelai lainnya tidak meningkatkan risiko kanker payudara.

Sebaliknya, studi menunjukkan bahwa diet kaya kedelai sebenarnya dapat membantu melindungi Anda dari kanker payudara.

Sebuah studi tahun 2020 yang melacak konsumsi kedelai lebih dari 300.000 wanita di China menemukan bahwa konsumsi kedelai moderat tidak meningkatkan risiko kanker payudara bagi seseorang, terutama wanita dalam penelitian ini.

Dalam penelitian lain, dilaporkan bahwa konsumsi makanan produk kedelai dalam jumlah yang lebih tinggi mengalami penurunan risiko kanker payudara.

Hasil meta-analisis pada tahun 2020 mengevaluasi hasil dari 18 studi terpisah, bahwa dari hasil penelitian ini, para peneliti menyimpulkan jumlah kedelai yang dikonsumsi lebih tinggi dalam makanan menurunkan risiko kanker payudara bagi seseorang, terutama mereka yang belum mencapai usia menopause.

Bagaimana Jika Sudah Mengidap Kanker Payudara?

Jika Anda telah didiagnosis menderita kanker payudara, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi kedelai, termasuk olahanannya seperti susu kedelai, tahu, tempe, dan lainnya.

Para ahli di American Cancer Society mengatakan bahwa makanan berbahan dasar kedelai aman dan sehat untuk dikonsumsi. Namun, mereka mengingatkan bahwa masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Pada tahun 2017, Pendaftar Keluarga Kanker Payudara mengikuti asupan isoflavon kedelai untuk 6.235 wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara dan tinggal di Amerika Serikat dan Kanada.

Hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa seseorang yang makan isoflavon kedelai dalam jumlah tertinggi memiliki risiko kematian lebih rendah, yaitu 21 persen dibandingkan seseorang dengan asupan terendah.

Para peneliti menganalisis 12 studi yang mengikuti 37.275 wanita pada 2019 yang pernah memiliki riwayat kanker payudara. Analisis mereka menemukan bahwa makan-makanan kedelai dan olahanya baik sebelum dan sesudah diagnosis mereka dikaitkan dengan penurunan risiko kekambuhan kanker pada wanita pasca-menopause.

Susu Kedelai untuk Penderita Kanker Payudara

Konsumsi Susu Kedelai untuk Kanker Payudara
healthyfood.com

Susu kedelai yang kita minum dapat mempengaruhi tubuh kita dalam banyak hal. Mulai dari memberikan manfaat, serta mungkin meninggalkan sedikit efek samping.

Manfaat  Konsumsi Susu Kedelai

Ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh dengan mengonsumsi susu kedelai, di mana manfaat tersebut juga masih berhubungan guna memerangi kanker payudara dan memelihara kesehatan kita secara umum.

#1. Sumber Protein

Susu kedelai merupakan sumber protein yang baik. Berbeda dengan beberapa protein nabati lainnya, protein susu kedelai mengandung sembilan asam amino esensial yang tidak dapat dibuat tubuh, menjadikannya protein lengkap. Protein susu kedelai juga dapat membantu mengurangi risiko kanker tertentu.

#2. Memelihara Kesehatan Tulang

Sebuah penelitian tahun 2020 menemukan bahwa susu kedelai membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang dan mencegah keropos tulang pada orang dengan osteoporosis. Para peneliti mengatakan bahwa mungkin perlu mengkonsumsi kedalai atau olahannya seperti susu kedelai selama satu tahun atau lebih untuk melihat hasil yang lebih signifikan.

#3. Bakteri Menguntungkan

Makanan kedelai yang difermentasi seperti tempe, miso, dan natto memiliki bakteri menguntungkan. Bakteri ini dapat meningkatkan kesehatan mikrobioma kita, yang dapat meningkatkan kesehatan organ kita seperti jantung, kesehatan otak, dan mengatur berat badan.

Berikut adalah beberapa bentuk kedelai yang dapat Anda masukkan ke dalam menu makanan Anda:

  • Susu kedelai
  • Tahu
  • Tempe
  • Keju kedelai
  • Sup kedelai jepang
  • Natto
  • Kecap

Perlu digarisbawahi bahwa sebagian besar penelitian mengenai kedelai dan olahannya sebagai makanan pelawan kanker bersifat observasional, dan masih diperlukan adanya penelitian yang lebih rinci dan lanjut.

Efek Samping Konsumsi Kedelai

Meskipun tidak ada hubungan yang diyakini ada antara konsumsi kedelai dan kanker payudara, mungkin ada alasan lain bagi Anda untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi beberapa produk olahan dari kedelai.

#1. Migrain

Salah satu bentuk fermentasi kedelai, kecap, mengandung tiramin dan monosodium glutamat (MSG).

Beberapa peneliti pernah mengira tiramin memicu serangan migrain dengan menyempitkan dan melebarkan pembuluh darah. Namun, beberapa peneliti mengatakan bahwa pelebaran pembuluh darah tidak dianggap sebagai penyebab sebagian besar migrain.

Sedangkan kedelai yang tidak difermentasi, seperti memakannya secara langsung, susu kedelai, tahu, memiliki resiko lebih kecil terjadinya migrain.

#2. Organisme yang Dimodifikasi Secara Genetik (GMO)

Beberapa orang khawatir bahwa makanan transgenik mungkin terkait dengan kanker dan alergi, namun tidak ada penelitian jangka panjang pada manusia yang menghubungkan transgenik dengan kanker atau alergi. Diperlukan lebih banyak penelitian.

Jadi, pastikan Anda membeli dan mengolah kedelai sendiri termasuk membuat susu kedelai untuk jaminan keamaan kandungan di dalamnya.

About the author

Mely Apriliyani

Add Comment

Click here to post a comment